Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.Objek studi geografi dibedakan menjadi dua yaitu objek materiil dan objek formal.Objek formal merupakan cara pandang terhadap objek material geografi.Objek formal terdiri atas spatial pattern (pola persebaran gejala tertentu di muka bumi), spatial system(keterkaitan antar fenomena di muka bumi), dan spatial processes(perkembangan yang terjadi di muka bumi). Objek material merupakan semua gejala yang terjadi di permukaan bumi atau disebut geosfer meliputi atmosfer,litosfer,hidrosfer,biosfer, dan antroposfer.
Menurut Rhoads Murphy,ruang lingkup kajian geografi antara lain persebaran keterkaitan (relasi) unsur geosfer di bumi dalam aspek keruangan, hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan fisik alam, kerangka regional, serta analisis wilayah yang berciri khusus.
A. Konsep dan pendekatan geografi
Geografi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala alam dan fenomena kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dan lingkungannya yang berhubungan dengan keruangan dan kewilayahan.Oleh karena fenomena geosfer selalu mengalami dinamika ruang dan waktu, diperlukan suatu konsep dan pendekatan geografi untuk mengkajinya.
1. Konsep Geografi
Fenomena geosfer dalam kehidupan sehari-hari dapat dianalisis menggunakan konsep geografi.Analisis dilakukan dengan mengkaji persebaran, hubungan,fungsi, bentuk,pola, dan proses suatu fenomena.Konsep geografi dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Konsep Lokasi
Konsep lokasi digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan objek kejadiannya.Konsep lokasi dapat dibedakan menjadi lokasi absolut dan lokasi relatif.
1) Lokasi absolut dapat digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan letak garis lintang dan garis bujur.Contohnya pada tanggal 14 September 2015 terjadi gempa dengan koordinat episentrum 1,94°LU dan 128,36°BT di timur laut Ternate.
2) Lokasi relatif dapat digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan letak suatu tempat dilihat dari tempat lain di sekitarnya.Contohnya Selat Bali terletak di antara Pulau Bali dan Pulau Jawa.
b. Konsep jarak
Fenomena geosfer dapat dianalisis menggunakan konsep jarak dengan mempertimbangkan jarak suatu objek dan objek lain di permukaan bumi.Konsep jarak dalam analisis geografi sebagai berikut:
1) Jarak absolut yaitu jarak antar wilayah yang diukur berdasarkan satuan panjang.Contohnya jarak antara kota Bandung ke kota Bogor sekira 182 km.
2) Jarak relatif yaitu jarak antar wilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, dan biaya.Contohnya rute ke Jawa Tengah dari Jakarta dapat melalui jalur pantai Utara.
c. Konsep keterjangkauan
Analisis fenomena geosfer berdasarkan konsep keterjangkauan dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas untuk mencapai lokasi suatu objek.Contohnya Puncak, Bogor dapat dijangkau oleh penduduk Jakarta.Keterjangkauan tersebut didukung jaringan jalan yang baik dan angkutan umum yang memadai.
d. Konsep Pola
Konsep Pola digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan susunan keruangan objek di permukaan bumi.Contohnya pemukiman penduduk di pesisir berpola memanjang mengikuti garis pantai.
e. Konsep morfologi
Konsep morfologi digunakan untuk memahami suatu fenomena geosfer dengan mempertimbangkan bentuk permukaan bumi.Contohnya kegiatan perkebunan dan peternakan di Lembang, Bandung, memanfaatkan lahan di dataran tinggi yang beriklim sejuk.
f. Konsep Aglomerasi
Analisis fenomena geosfer menggunakan konsep Aglomerasi berkaitan dengan pemusatan atau pengelompokan. Contohnya kegiatan perdagangan terpusat di wilayah kota.

g. Konsep nilai guna
Konsep nilai guna berkaitan dengan kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimiliki. Contohnya sebagian hutan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi kawasan hutan lindung.
Konsep diferensiasi area digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan perbedaan karakteristik antar wilayah.Perbedaan karakteristik wilayah dapat berupa kondisi penduduk, bentang alam,pembangunan, dan sistem perekonomian.Contohnya mata pencaharian penduduk di dataran rendah lebih beraneka ragam daripada di dataran tinggi.
Konsep keterkaitan keruangan digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan tingkat saling membutuhkan antar wilayah. Misalnya pabrik keju di dataran rendah membutuhkan bahan baku susu sapi yang dihasilkan oleh peternak sapi di dataran tinggi.
Konsep interaksi dan interdependensi digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer berdasarkan hubungan timbal balik antar wilayah. Misalnya pusat industri dan perdagangan di wilayah Jakarta mendorong masyarakat Jawa tengah melakukan urbanisasi.
2. Pendekatan geografi
Pendekatan geografi merupakan metode atau cara menganalisis untuk mengetahui atau memahami berbagai masalah geosfer. Pendekatan geografi berhubungan dengan objek formal kajian geografi. Objek formal kajian geografi merupakan cara pandang dan cara berpikir yang dilihat dari segi keruangan,kelingkungan, kompleks wilayah, dan waktu. Dengan demikian, pendekatan geografi dibedakan sebagai berikut:
a. Pendekatan keruangan
Pendekatan keruangan digunakan untuk mengkaji permasalahan geosfer berdasarkan ruang kejadian. Pendekatan keruangan dapat dianalisis menggunakan pendekatan berikut:
1) Pendekatan topik yaitu pendekatan yang menghubungkan suatu kejadian dengan tema utama dalam permasalahan geosfer.
2) Pendekatan aktivitas manusia yaitu pendekatan yang menghubungkan aktivitas manusia dalam ruang.
3) Pendekatan wilayah/regional yaitu pendekatan yang menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri.
b. Pendekatan kelingkungan (Ekologi)
Pendekatan kelingkungan digunakan untuk mengkaji suatu permasalahan sebagai akibat interaksi makhluk hidup dengan lingkungan dan makhluk hidup dengan makhluk hidup lain.

